INTELEKTUAL PASAR DAN KETIMPANGAN-KETIMPANGAN

Sejarah mencatat semenjak tragedi ‘98’ gerakan mahasiswa mulai mengalami dekadensi. Banyak sekali mahasiswa yang mengambil momentum tersebut untuk masuk dalam dunia politik praksis, itulah yang membut daya kritis mereka mulai mengalami tumpul. Atau bahkan daya kritis mereka hanya ditujukan bagi lawan politik atau organisasi yang berseberangan, tidak ditempatkannya daya kritis ini membuat munculnya gaya berfikir baru yang disebut dengan intelektual pasar. Bisa juga melempemnya daya kritis mahasiswa tersebut dikarekan pola atau gaya berfikr yang pragmatis, karena sejak modernitas menghantam masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa mereka sudah tidak mampu untuk berfikir secara jernih, maksudnya adalah hanya sesuatu yang bernilai dan bermanfaat pada dirinya sendirilah yang mereka kerjakan tanpa ada pertimbangan terhadap lingkungan sekitar.

Hari ini yang kita lihat mahasiswa condong sembrono dalam menempatkan kekritisannya, malahan banyak juga mahasiswa yang tidak tahu akan metodelogi kritis itu sendiri apa. Inilah yang menjadikan ketimpangan gerakan dalam dunia kampus. Tidak sedikit pula kita melihat mahasiswa yang tahu sekelumit tentang tokoh-tokoh kiri dan itupun hanya tahu dari kata-kata bijak para tokoh kiri tersebut, menganggap dirinya sudah paling kiri diantara teman-temen mahasiswanya bahkan sekampusnya. Para mahasiswa sembrono mengakaji buku-bukunya Karl Marx semisal tanpa mengetahui landasan ontologi, epistemologi, dan aksiologi dari pemikiran Karl Marx. Yang menjadikan semakin heran adalah dari sekian magnum opus yang ditulis oleh Karl Marx yang mereka tahu hanya pada buku-buku seperti Manifesto Partai Komunis dan Das Kapital, padahal banyak sekali karya-karya Karl Marx dan  jika semua tidak dibaca dengan sistematis maka akan mengalami ketimpangan pemikiran.

Penyebutan Intelektual Pasar diatas bukan tanpa sebab dimunculkan dalam tulisan ini, jika Antonio Gramci menyebutkan ada dua intelektual yaitu intelektual tradisional dan intelektual organik dikarenakan kondisi Negara Italia pada waktu itu butuh sosok intelektual organik untuk meyampaikan sebua pesan revolusi dengan cara menggabungkan antara kutub utara yang diwakili oleh masyarakat tradisional dan kutub selatan yang diwakili oleh masyarakat kota. Seorang intelektual organik tidak muncul dari kalangan akademisi, kiyai, pegawai kantoran, atau bahkan seorang ulama. Namun intelektul organic muncul akan kesadaran individu atas terjadinya ketimpngan sosial maupu budaya. Lalu apa bedanya gagasan Gramci mengenai intelektual organik dengan Intelektual Pasar  yang disebut diatas. Jika Gramci mendasarkan gagasannya atas kesadaran yang tumbuh atas fenomena dalam masyarakat, sebalikna Intelektual Pasar  mendasarkan atas ketimpangannya sendiri atas fenomena yang ada di kampus.

Ketimpangan yang dimaksud adalah mahasiswa hari ini tidak bisa berfikir secara objektif mengenai segala problem kampus. Intelektual Pasar menjadikan universitas hari ini menjadi mall-mall dan menjadikan universitas sebagai tempat ajang fashion show, itulah sifat revolusioner yang dilakukan oleh Intelektual Pasar yang merubah kampus menjadi tempat perdagangan harga diri. Yang mereka gumamkan adalah selalu membela kaum masyarakat kelas bawah, namun otak (cara berfikir)dan cara kehidupan mereka dikampus bak seorang borjuis kecil yang setiap harinya meludahi nilai-nilai ‘kewarasan’. Akan datang fase baru di mana uinversitas bukan lagi menjadi tempat menimba ilmu, namun menjadi ajang ‘jual’ produk bermerek (baju, celana, sampai pada aksesoris tubuh).

Pertanyaan yang muncul adalah masih adakah lidah-lidah hebat bak seorang intelektual organic (Gramci), Rausyan Fikr (Ali Syariati), atau kader Demagog seperti apa yang di ucapkan oleh Lenin. Tokoh-tokoh ideal yang disebut barusan adalah manusia yang sudah melewati batas-batas kelemahan, dan mempunyai level inteligensia yang sangat tinggi. Mereka dididik oleh suasana social budaya yang menindas, namun mereka bisa bangkit dari keterpurukan dan mampu merubah tatanan yang memihak pada masyarakat bawah. Seharusnya juga ini menjadi perhatian serius oleh seluruh kalangan civitas akademika, pihak universitas harus menciptakan manusia ideal yang sesuai dengan cita-cita atau visi-misi kampus. Para pemangku kebijakan kampus harus membuat suatu kurikulum yang mengarah pada pembentukan manusia ideal, jangan sampai dari pihak pemangku kebijakan kampus justru memobilisasi sistem tersebut untuk menekan kreatifitas mahasiswa dan menjadikan mahasiswa robot yang bisa dimainkan dengan remot control.

Selain itu juga untuk mengarah pada konsep ideal tersebut hal yang paling dasar adalah menciptakan suasana intelektual, perlu sekiranya dari pihak pemangku jabatan bila perlu mengelurkan beberapa gagasan yang menuntut agar mahasiswa lebih pro aktif terhadap semangat literasi (intelektual). Juga ada bimbingan dari pihak dosen untuk mengarahkan kegiatan intelektual terebut secara sistematis supaya para mahasiswa tidak sembrono dalam mengkaji suatu diskursus pembahasan. Jika dalam tataran teoritis para mahasiswa sudah dirasa cukup, maka tugas selanjutnya adalah mahasiswa menjadikan keilmuan yang sudah didapat untuk dirumuskan menjadi sebuah konsep, dan konsep ini akan diuji dilapangan (masyarakat) apakah secara kualitas bagus atau tidak. Hal-hal semacam inilah yang masih minim kita ketahui dalam universitas khususnya univeritas Islam. Keahlian lain juga harus mahasiswa kuasai adalah mengenai bahasa, baik itu bahasa Inggris maupun bahasa Arab, setidaknya ada satu bahasa yang benar-benar oleh mahasiswa harus mereka kuasai. Lagi-lagi kita bicara soal mekanisme pembelajaran, karena memang dirasa bagi banyak kalangan intensif yang diterapkan oleh pihak kampus kurang begitu mengena di kepala mahasiswa. Dan tendensi dari mahasiswa sendiri sebenarnya tertuju pada sertivikat kelulusan dan bukan pada aspek belajar. Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua yang harus segera diselesaikan.

Sangat wajar sekali jika dilingkungan universitas hari ini banyak melahirkan tokoh-tokoh Intelektual Pasar yang hanya menampakkan sisi luar (baju, celana, dan akssoris tubuh)  mereka dari pada sisi dalam (intelektual). Kita tentunya tidak mau universitas akan menjadi mitos suatu hari nanti, mitos-mitos yang beredar bahwa universitas bukan lagi tempat wahana untuk memberikan pendidikan baik keilmuan maupun moral. Namun hanya sebatas bangunan megah yang melahirkan manusia-manusia bermental penjajah.

Oleh: Abe gubernur fuf

18 thoughts on “INTELEKTUAL PASAR DAN KETIMPANGAN-KETIMPANGAN

  • November 10, 2017 at 12:24 pm
    Permalink

    I’m gone to tell my little brother, that he should also visit this website on regular basis to obtain updated from newest news update.

    Reply
  • November 11, 2017 at 3:36 am
    Permalink

    Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew
    of any widgets I could add to my blog that automatically
    tweet my newest twitter updates. I’ve been looking
    for a plug-in like this for quite some time and was
    hoping maybe you would have some experience with something like this.
    Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and
    I look forward to your new updates.

    Reply
  • November 11, 2017 at 5:30 pm
    Permalink

    I like it when individuals get together and share ideas. Great site, keep it up!

    Reply
  • November 12, 2017 at 4:49 am
    Permalink

    It is not my first time to pay a visit this website, i
    am browsing this website dailly and obtain nice data
    from here all the time.

    Reply
  • November 12, 2017 at 10:41 am
    Permalink

    You actually make it appear so easy with your presentation but I in finding this matter to be actually something that I feel I’d by no means understand.
    It sort of feels too complex and very huge for me. I
    am taking a look forward for your next submit, I will attempt to get the hang of
    it!

    Reply
  • November 12, 2017 at 10:54 pm
    Permalink

    With havin so much content do you ever run into any issues of plagorism
    or copyright violation? My site has a lot of completely unique content I’ve either created myself or outsourced but
    it appears a lot of it is popping it up all over the
    web without my permission. Do you know any ways
    to help prevent content from being ripped off? I’d genuinely appreciate it.

    Reply
  • November 13, 2017 at 2:49 am
    Permalink

    I believe that is among the so much significant information for
    me. And i am glad studying your article.
    But want to commentary on few normal issues, The web site style is wonderful, the articles is really great
    : D. Just right activity, cheers

    Reply
  • November 13, 2017 at 4:24 pm
    Permalink

    all the time i used to read smaller posts which also clear their motive, and that is also happening with this post which I am reading at this time.

    Reply
  • November 16, 2017 at 1:14 pm
    Permalink

    Good day! This is my first visit to your blog! We are a group of volunteers and starting a new project
    in a community in the same niche. Your blog provided
    us beneficial information to work on. You have done a wonderful job!

    Reply
  • November 22, 2017 at 7:52 am
    Permalink

    Thanks for ones marvelous posting! I seriously enjoyed
    reading it, you happen to be a great author.
    I will always bookmark your blog and will eventually come back very soon. I
    want to encourage you to definitely continue your great job,
    have a nice holiday weekend!

    Reply
  • November 22, 2017 at 2:09 pm
    Permalink

    Write more, thats all I have to say. Literally,
    it seems as though you relied on the video to make your point.
    You clearly know what youre talking about, why waste your intelligence on just posting videos
    to your blog when you could be giving us something informative to read?

    Reply
  • November 23, 2017 at 1:10 pm
    Permalink

    Heya i am for the primary time here. I found this board and I
    to find It really helpful & it helped me out a lot.
    I am hoping to give one thing again and help others like you aided me.

    Reply
  • November 23, 2017 at 3:48 pm
    Permalink

    Hi just wanted to give you a quick heads up and let
    you know a few of the images aren’t loading properly.
    I’m not sure why but I think its a linking issue. I’ve tried it
    in two different internet browsers and both show the same results.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.