Ampun gelar aksi cabut kebijakan rektor

Kamis, 23 November 2017- AMPUN (Aliansi Mahasiswa Peduli UINSA) menggelar aksi di depan gedung rektorat untuk menuntut  dicabutnya kebijakan rektor mengenai Kode Etik Mahasiswa atau ( KEM ). Kebijakan ini berisi tentang setiap mahasiswa dilarang untuk menginap di dalam kampus dan semua kegiatan diwajibkan selesai pada pukul 21.00 WIB.

Padahal sejatinya semua kegiatan yang berada di kampus selain jam mata kuliah juga ada. Baik kegiatan diskusi untuk mengasah intelektual maupun keterampilan, yang pelaksanaannya dilakukan pada sore hingga malam hari. “Kampus UINSA ini mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan kampus lain, budaya UINSA itu selalu melakukan diskusi di malam hari untuk mengasah intelektual” ujar salah satu aktivis. Dengan diberlakukan kebijakan itu maka gerak dari setiap mahasiswa yang melaksanakan kegiatan pada malam hari menjadi dibatasi. Dimana kebijakan itu tidak sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi yang berisi bahwa mahasiswa harus bisa mengabdi pada masyarakat.

Wakil Rektor  III  Bpk. Ali Mufradi mengatakan bahwa sebenanya, kebijakan itu sudah lama ditetapkan dan kebijakan itu kembali di edarkan tidak lain hanyalah untuk mengingatkan kembali kepada mahasiswa tentang kode etik itu. “Para mahasiswa tetap boleh melaksanakan kegiatan lebih dari jam 21.00 WIB, namun harus ada koordinasi terlebih dulu dengan pihak kampus agar lebih mudah mengontrol keamanan” ujar Warek III.

Sedangkan hal itu dibantah oleh salah satu demonstran “Jika semua mahasiswa harus sesuai dengan kode etik kampus, maka siapkah pihak kampus sesuai dengan aturan? ketika pihak birokrasi kampus tidak bisa sesuai dengan kode etik maka jangan harap bahwa kami para mahasiswa juga menaati aturan tersebut. Ketika pihak kampus tidak bisa menjalankan aturan tersebut maka pihak kampus hanya mengebiri mahasiswa dan mengkekang mahasiswa”. Ujar demonstran lain.

Aksi yang diikuti sekitar 100 mahasiswa berjalan dengan lancar tanpa ada unsur anarkis serta berjalan sesuai waktu yang telah di tentukan. Dan pada akhirnya aksi ini membuahkan hasil yakni kebijakan tersebut akan di bicarakan lagi dengan pihak Birokrat yang lain. Para demonstran memberikan waktu 1 minggu kepada pihak kampus untuk mencabut kebijakan ini,  ketika dalam waktu 1 minggu pihak kampus tidak bisa mencabut kebijakan itu maka yang terjadi hanya akan ada aksi, aksi dan aksi.

Liputan: mely mahsiswa afi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.