SELAMAT DATANG MAHASISWA TUHAN

SELAMAT DATANG MAHASISWA TUHAN
*sahabat kholili

“jika filsafat hidup adalah persaingan dimana penghargaan hanya diberikan untuk sang pemenang, maka hidup akan berjalan jadi tidak wajar, kita hanya mengutamakan kehendak dan melupakan panda indera dan intelek. Kita sama halnya dengan meletakkan kereta di depan kuda”

Tatkala kalian (Mahasiswa Ushuluddin, Umumnya Seluruh Mahasiswa UINSA) dipanggil sebagai Mahasiswa Tuhan maka tentu kalian merasa terusik dan marah se akan-akan julukan atau identitas tersebut sangat tidak pantas untuk sandang, tapi kalian tidak usah risau apalagi risih ketika kalian di panggil “MAHASISWA TUHAN” sebab kalian merupakan generasi Bangsa yang saat ini punya gelar “MAHA” Maha kuasa untuk menolak kedhaliman, Maha kuat untuk menghadapi rintangan, Maha adil dalam menentukan kebijakan, Maha sayang melihat ketimpangan dan Maha segalanya dalam memperjuangkan hak demi kebaikan.

“MAHASISWA TUHAN” merupakan julukan mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin dan Filsafat pada tahun 2016, munculnya identitas tersebut dikarenakan langkah dan kontribusi mahasiswa dalam membangun bangsa, sejarah mencatat bahwa Mahasiswa sebagai agent control pemerintahan dan control social ini dibuktikan dengan gerakan yang terus berkembang hingga terjadi Tragedi Trisakti yang merupakan gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa. Gerakan yang menuntut reformasi perubahan pemerintahan yang KKN (korupsi, kolusi dan Nepotisme) dan memaksa Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Ketika kalian mendengar kalimat “Tuhan” maka akan terlintas dalam pikiran kalian bahwa ia Maha kuasa, adil, pemaaf dan kalian percaya bahwa ia merupakan dzat yang sangat risih ketika melihat hambanya melakukan kedholiman, tidak suka melihat orang sombong dengan kemewahan maka Mahasiswa harus punya sifat bagaimana sifat yang dimiliki oleh Tuhan yang selalu menantang ketidak mapanan, kedholiman dan terburuknya sistem kampus.

Mahasiswa dalam catatan sejarah dikenal sebagai orang yang kritis, pragmatis, kreaitif dan loyalitas yang tinggi terhadap ketimbangan sosial ketika identitas yang menakjubkan ini benar ada pada kalian maka kuliah kalian akan penuh dengan pengalaman yang mengharukan tidak mudah kalian diperintah untuk patuh dengan segala kebijakan yang tidak mendidik dengan peraturan yang kuno dengan pasal kedisiplinan, bukan bagaimana kalian akan dicetak sebagai mahasiswa kritis, jenius dan peka sosial mengapa mengatakan seperti itu ketika kalian masuk ke kampus atau Fakultas tidak akan pernah menemukan pamlet di mading atau di gedung-gedung Fakultas dan kampus yang memerintahkan kalian untuk menghatamkan buku-buku. Pasti kalian akan dikagetkan dengan hal yang primordial dengan pengumuman yang tidak mendidik misalnya “mahasiswa tidak boleh pakai kaos, sandal dan rok mini”.

jangan pernah kalian merasa bangga masuk Kampus Negeri yang mempunyai bangunan yang megah dan twin tower yang tinggi, tapi bagaimana kalian bisa mampu mengubah kebutaan Mahasiswa selama ini tentang kebijakan yang tidak lagi pro terhadap rakyat miskin, peran kalian sebagai “Mahasiswa tuhan” sebagai penolong dan penyelamat mahasiswa yang mau DO (Drop Out) karena tidak mampu membayar UKT ubah wajah kampus menjadi wajah bagaimana kalian menanam ide radikalis dalam menentang kebijakan.

Ruangan kelas yang diramaikan oleh pertanyaan, disibukkan oleh debat dan silang pendapat kini sudah berubah menjadi ruang menyenyakan tidur kalian layaknya kalian ada di hotel kalian harus merubah itu jangan sampai kalian mengejar indek prestasi (IP) kalian besar bukan karena IP kalian tinggi dan membangakan tapi karena kalian menjadi penyelamat perubahan yang lebih baik.

Soekarno tentu nama sang proklamator tersebut tidak asing di telinga kalian Pria muda yang sangat berkontribusi untuk bangsa ini dalam memperjuangkan kemerdekaan tak kita ketahui berapa lama selesaikan kuliah Malahan juga kita tak tahu rajin tidaknya ia kuliah. Yang jelas semasa mahasiswa dirinya diadili Hingga pemerintah kolonial mengawasi lalu menangkapnya. Sjahrir malah tak mau tamatkan kuliah dia laki-laki romantis, pemberani dan cakap diplomasi. Di tanganya ide sosialisme itu hidup. Paling langka, pintar dan berani melawan kedhaliman.

Ajari dosenmu ketika ia angkuh dan mersa lenih pintar sendiri ketika ia mengancam IPK-kalian karena proses didik ia tidak untuk menakut-nakuti. Ajak berdialiktika ia ketika keliru dalam menyampaikan materi dan luruskan jika diberi keyakinan palsu. Kuliah bukan tempat kalian berpakaian rapi tapi untuk kalian mancari ilmu pengetahuan hakiki. Kuliah bukan tempat menata hati untuk mencari istri, kuliah merupakan ekspresi potensi. di bangku kuliah kalian jangan sampai menjadi babu tempat yang hanya menerima dengan pernyataan “iya”. Kuliah adalah mengolah otak dan kepekaan sosial. Lawan kebijakan kampus yang membebanimu. Jangan takut protes jika itu bersangkut paut dengan perkara benar dan prinsip. Keberanian itu bukan modal tapi itu adalah prinsip hidup didunia kampus sebagai mahasiswa tuhan.

Mahasiswa harus punya “nyali besar” akan fungsi dan peran jangan sampai kalian buta dan tuli melihat kebijakan dan sistem yang hanya menguntungkan para penguasa namun tidak bagi orang jelata, “MAHA” jangan hanya dijadikan identitas tapi sebuah “nyali” untuk melawan kebutaan para birokrasi atas kedengkian dan keangkuhannya.

selamat berkarya “Mahasiswa Tuhan”

17 thoughts on “SELAMAT DATANG MAHASISWA TUHAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.